Tim JPIC Ledalero Adakan Kegiatan Pendataan Kelompok Marginal di Kota Maumere

Updated: Sep 20


Tim JPIC sedang mendata beberapa orang pemulung di pinggiran kota Maumere


Tim JPIC (Justice, Peace, and Integrity of Creation) Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero melakukan kegiatan pendataan terhadap kelompok marginal yang terdiri dari para pekerja, pemulung, dan pendorong gerobak di Kota Maumere pada Sabtu (19/9) Pkl. 08.30. Adapun lokasi pendataan yakni di seputaran kota Maumere sampai ke Tempat Pembunagan Akhir (TPA) sampah di Nangarasong, pinggiran kota Maumere.


Moderator JPIC, P. Vande Raring, SVD mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dari anggota Serikat Sabda Allah (SVD) terhadap orang-orang miskin dan terpinggirkan. “Bentuk solidaritas yang bisa kita tunjukan adalah turun secara langsung untuk menyapa mereka, melihat situasi hidup mereka dan berbagi cerita bersama mereka,” tutur Pater Vande.


Moderator JPIC Ledalero, P. Vande Raring, SVD dan timnya saat sedang berbincang-bincang dengan beberapa pemulung.


Selain itu, kegiatan pendataan yang dilakukan oleh tim JPIC dimaksudkan untuk mengetahui jumlah orang miskin dan terpinggirkan di seputaran Kota Maumere dan sekitarnya secara pasti. “Ketika jumlah mereka sudah didata dengan baik, kita akan mudah mengumpulkan mereka dalam mengikuti kegiatan selanjutnya di waktu mendatang”, lanjut Pater Vande.


Ketua JPIC Fratres Ledalero, Fr. Eman Keban, SVD ketika ditemui mengatakan bahwa kegiatan ini selain dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan program seksi JPIC Fratres Seminari Tinggi Ledalero, juga merupakan bentuk tindak lanjut dari doa-doa yang disampaikan setiap hari. “Para frater diharapkan tidak hanya mendoakan orang-orang kecil dan terpinggirkan, melainkan juga berada dan terlibat secara langsung bersama dengan orang-orang kecil,” tandas Frater Eman.


Salah satu partisipan, Fr. Yongki Udjan, SVD, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari kuliah yang didapatkan di STFK Ledalero. “Kita tidak hanya selesai berdiskusi di ruang kelas, tetapi mengalami langsung kehidupan orang kecil,” tandas Frater Yongki.*


Penulis: Fr. Sefni Beta, SVD

107 views0 comments

Recent Posts

See All