Triduum Hari Pertama Menyongsong Pesta Santo Arnoldus Janssen

Updated: Jan 13


Segenap anggota komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mengikuti Ibadat Pembukaan Triduum menyosong Pesta St. Arnoldus Janssen pada Rabu (12/01) Pkl. 18.30. Ibadat pembukaan Triduum diadakan di Kapela Agung Ledalero dan dipimpin oleh Fr. Riko Putra, SVD.


Dalam kothbah hari pertama Triduum ini, Fr. Riko Putra, SVD, lebih mendalami pribadi St. Arnoldus Janssen yang sederhana namun memiliki tekat yang sangat kuat akan panggilannya sebagai pelayan Tuhan.


"St. Arnoldus Janssen adalah bapak pendiri tiga serikat misionaris yakni SVD, SSpS, dan SSpS AP. Kesederhanaan bapak Arnoldus Janssen sudah tampak sejak masa kecil hingga akhir hidupnya. Tentu kesederhanaan yang dimiliki oleh St. Arnoldus Janssen tidak lahir begitu saja, melainkan sudah terbentuk dan terlatih dari didikan kedua orang tuanya. Meskipun Arnoldus Janssen terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, la sangat menekuni semangat doa dan setia terhadap

suara Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya. Karena iman dan kesetiaan inilah

Arnoldus Janssen berkeinginan untuk mewujudkan misi universal demi menyelamatkan orang yang belum mengenal Kristus." tegas Fr. Riko Putra.



Fr. Riko Putra juga menambahkan bahwa dalam mewujudkan misi Allah, Arnoldus Janssen sadar bahwa ia akan mengahadapi begitu banyak kesulitan dan penolakan terlebih lagi dalam situasi politik Kultur Kampf. Hal ini sejalan dengan pesan Injil dalam Triduum hari pertama bahwa anak manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, para imam kepala dan ahli-ahli taurat. Meski demikian, satu keunggulan yang membuat St. Arnoldus Janssen kuat adalah kesediaannya membuka diri untuk mendengarkan dan memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah bukan apa yang ia pikirkan sendiri. Hal ini juga yang menjadi indikator keberhasilannya dalam segala karya pewartaannya, lebih-lebih dalam urusan mendirikan serikat SVD, SSpS, dan SSpS AP.



Di akhir renungannya, Fr. Riko Putra, SVD mengajak segenap anggota komunitas untuk meneladani St. Arnoldus Janssen sebagai bapak pendiri yang kuat, sederhana, setia dan selalu memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah. Ajakan ini dipertegas dengan kutipan Khotbah dari St. Arnoldus Janssen "entahkah ada sesuatu yang penting akan muncul kemudian, hanya Tuhanlah yang tahu. Kesederhanaan pada awal ini tidak boleh mematahkan semangat kita. Pohon yang paling besar selalu bermula dari satu bibit kecil; seorang manusia raksasa yang paling perkasa pun bermula dari seorang bayi mungil yang kecil dan tak berdaya." * (Nofri Liefofid)