Featured Posts

Perkembangan Pembangunan Unit Gere

February 14, 2018

Seminariledalero.org - Tulisan ini merupakan catatan singkat berkenaan dengan proses pembangunan gedung baru Unit St. Vincentius de Paulo, Gere; salah satu unit dari delapan unit formasi di Seminari Tinggi SVD Santo Paulus Ledalero. Foto-foto yang melengkapi tulisan ini dapat dilihat dalam galeri Seminari Tinggi Ledalero.

 

 

Situasi Awal

          Sejak Oktober 2016, setelah 25 tahun menjadi unit darurat, rumah formasi di Unit St. Vincentius de Paulo Gere mulai diperbarui dan dibangun kembali. Hal ini dilatari oleh dua alasan pokok, yakni kondisi bangunan yang sudah rusak dan tidak layak lagi untuk dihuni. Selain itu, jumlah Frater yang terus bertambah dari tahun ke tahun, membutuhkan adanya sebuah bangunan baru yang dapat menampung para Frater.

 

          Ekonom Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Pater Anton Jemaru SVD, di ruang kerjanya pada Senin (5/2/2018), mengungkapkan pembangunan kembali unit Gere merupakan sebuah kemendesakan. “Jumlah Frater terus meningkat. Tahun ini, jumlah Frater lebih banyak dari jumlah kamar yang tersedia,” kata Pater Anton.

 

          Pater Anton menceritakan sejak tahun 2014, para frater yang menghuni unit Gere dilebur ke unit-unit lain. Unit Gere dibiarkan kosong. “Pada Januari – Agustus 2014, para Frater Probanis menjalani masa novisiat kekal mereka di unit ini. Mereka menjadi satu-satunya angkatan yang menjalani masa probasi di unit Gere.  Karena kondisi bangunan yang tidak memungkinkan lagi, maka semua proses formasi di unit ini dihentikan,” kata Pater Anton.

 

        Situasi ini menyebabkan para Frater Probanis angkatan 2015, yang baru saja menyelesaikan tahun orientasi pastoral pada Juli 2013 – Desember 2014, terpaksa dibagi ke unit-unit dan bergabung dengan para frater lainnya. Ketiadaan bangunan khusus untuk menjalankan program novisiat kekal menjadi alasan utama dari penggabungan ini.

 

          Hal ini menyebabkan para frater yang menghuni satu unit yang sama menjalani aturan yang berbeda: frater probanis menjalani aturan khusus untuk novisiat kekal, sementara para frater lainnya menjalani aturan harian biasa yang berlaku umum untuk komunitas Ledalero. “Dalam evaluasi akhir masa novisiat kekal, banyak Frater Probanis mengungkapkan bahwa unit gabungan ini menyebabkan banyak program khusus novisiat kekal tidak berjalan dengan baik,” kata Pater Anton.

 

 

Pater Anton menambahkan, “Untuk tahun ini, para Frater Probanis menghuni unit Fransiskus Xaverius dan bergabung dengan beberapa frater yang sudah berkaul kekal. Keberadaan sebuah unit baru dengan bangunan yang layak menjadi suatu hal yang mendesak.”

 

 

 

Rencana Awal

          Dalam upaya mewujudkan rencana pembangunan unit baru ini, pihak Seminari Tinggi Ledalero mengajukan proposal hingga dua kali ke Dewan Generalat SVD di Roma, namun ditolak. Situasi ini membuat pihak Seminari Ledalero mencoba menghubungi donatur dan penderma di Jerman. Sinyal positif diberikan pihak donatur di Jerman: mereka bersedia membantu pembiayaan pembangunan gedung baru ini.

 

 

          “Karena ada sinyal positif dari pihak donatur, gedung baru ini mulai dibangun dengan memanfaatkan dana kemandirian Seminari. Namun dalam perjalanan, pihak donatur dari Jerman mengatakan bahwa proposal yang diajukan pihak Seminari tidak dapat dikabulkan. Berita ini sungguh tidak sesuai dengan harapan Seminari,” kata Pater Anton.

 

 

Di tengah situasi seperti ini, agar pembangunan dapat berjalan terus, pihak ekonom memanfaatkan dana cadangan yang dimiliki Seminari. “Sampai sekarang, Seminari tidak memiliki dana yang besar. Kalau semua dana dimanfaatkan untuk pembangunan gedung ini, maka biaya operasional Seminari akan terganggu. Faktor keterbatasan dana ini juga menyebabkan proses pembangunan gedung ini terhambat,” kata Pater Anton.

 

Perkembangan

          Pater Anton menuturkan hingga saat ini pembangunan gedung baru ini sudah mencapai 60% untuk bagian pertama, yakni untuk hunian para frater dan kapela. “Untuk bagian pertama ini, masih ada beberapa hal yang sedang diperjuangkan untuk segera dirampungkan, yakni pemasangan jendela, pintu-pintu, plaster bangunan, pelataran bagian depan unit dan lantai. Jendela dan pintu, sudah tersedia,” kata Pater Anton.

 

          Pater Anton menambahkan, “Koridor luar bangunan ini belum dibuat. Kamar makan dan dapur masih memanfaatkan bangunan lama. Begitupun dengan kamar prefek (pendamping para frater) masih memanfaatkan bangunan lama. Kami masih berupaya agar pembangunan tahap pertama ini bisa segera rampung,” kata Pater Anton.

 

 

          Sesuai dengan perencanaan awal, tahap kedua akan difokuskan pada pembangunan gedung aula sebagai ruang pertemuan, kamar untuk pendamping, serta kamar tidur dan WC untuk karyawati. “Semua perencanaan pembangunan ini dikerjakan pertahap, disesuaikan dengan dana yang dimiliki Seminari,” tegas Pater Anton.

 

          Pater Anton menjelaskan, dalam perjalanan waktu, rencana pemanfaatan gedung baru ini mengalami perubahan. Awalnya, dimaksudkan untuk dipakai sebagai salah satu unit formasi para frater, tetapi kemudian mengalami perubahan. Unit baru untuk para Frater akan memakai gedung bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat, berupa Rusunawa.

 

          “Kami bersyukur bahwa Seminari Ledalero mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa pembangunan Rusunawa. Rusunawa ini akan difungsikan sebagai salah satu unit formasi para frater. Unit Gere akan tetap dipakai sebagai tempat tinggal para frater sampai pembangunan Rusunawa ini rampung,” kata Pater Anton.

 

          Pater Anton mengatakan Unit Gere akan dipakai untuk aneka kegiatan formasi rutin tahunan Seminari serta untuk kepentingan karya pastoral kategorial. Beberapa kegiatan rutin tahunan ini antara lain: ret-ret persiapan kaul kekal selama 30 hari untuk Frater Probanis (Juli – pertengahan Agustus) dan kursus bahasa Inggris selama tiga bulan (Januari-Maret) untuk misionaris baru sebelum mereka berangkat ke tanah-tanah misi.

 

          “Selain itu, gedung ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan akhir pekan untuk para frater, tempat tinggal bagi para orang tua dan keluarga para frater pada saat perayaan kaul kekal dan tahbisan imam, dan pendampingan kelompok-kelompok kategorial. Unit Gere akan menjadi unit serbaguna yang dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan pendampingan dan karya pastoral Gereja,” kata Pater Anton.

 

Harapan

          “Gedung yang baru ini diharapkan menjadi ruang yang baik untuk mengembangkan misi pencerahan, pendalaman iman, pendampingan keluarga, pendampingan pribadi dan aneka kebutuhan lainnya. Pemanfaatkan gedung ini bukan hanya diperuntukkan bagi para frater, tetapi juga terbuka bagi siapa saja, yang hendak menjalankan kegiatan rohaninya di tempat ini,” kata Pater Anton.

 

          Pater Anton menegaskan keberadaan para dosen dan pendamping di Seminari, bukan hanya untuk mendidik calon imam, tetapi juga untuk mendidik umat dan membantu perkembangan iman mereka. “Ilmu-ilmu yang dimiliki para dosen, sesuai dengan bidang keahlian mereka, diharapkan dapat dimanfaatkan juga untuk peningkatan mutu iman umat. Setiap dosen, sesuai dengan keahliannya, dapat merancang kegiatan yang bisa ia tawarkan kepada umat dan dapat memanfaatkan gedung baru ini,”kata Pater Anton.  

 

Selain untuk pemanfaatan seperti ini, Pater Anton menambahkan, “Untuk jangka pendek, unit Gere akan tetap dimanfaatkan sebagai tempat pembinaan para Frater, sampai pembangunan Rusunawa rampung. Kami berharap semua hal dapat berjalan sesuai dengan rencana, khususnya berkenaan dengan target waktu penyelesaian pengerjaan gedung baru ini,” kata Pater Anton.

 

Sebagai lembaga formasi calon imam, Seminari Ledalero, kata Pater Anton, juga mengharapkan bantuan dan dukungan dari umat agar pembangunan gedung ini dapat berjalan dengan lancar, sehingga kebutuhan Seminari akan keberadaan gedung baru dapat segera diatasi.  Bantuan ini, kata Pater Anton, dapat berupa dukungan doa, finansial, dan moril.

 

“Kita bersyukur dan bergembira bahwa hingga saat ini, panggilan untuk menjadi anggota SVD semakin meningkat. Para Frater yang dididik dan dibina di Ledalero mengalami peningkatan dalam hal jumlah dari tahun ke tahun. Kami selalu berusaha agar para Frater ini mendapat tempat hunian yang layak dan nyaman, yang dapat mendukung kesuburan panggilan mereka,” kata Pater Anton.

 

Pater Anton mengajak semua umat untuk mendukung proses formasi di Seminari Ledalero dengan cara mereka masing-masing. “Frater-frater yang saat ini sedang menjalankan masa formasi di Ledalero merupakan anak-anak kita. Mereka hendak mempersembahkan diri mereka bagi Gereja. Karena itu, mari kita mendukung cita-cita mereka ini dengan cara kita masing-masing. Seminari membutuhkan bantuan umat,” kata Pater Anton.

 

Please reload

Pewarta yang Setia

April 26, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts

April 26, 2019

Please reload

Archive