Perjalanan Para Frater Wisma St. Arnoldus Nitapleat Menuju Tempat Misi di Bajawa
- seminaritinggileda
- 4 days ago
- 2 min read

Minggu, 4 Januari 2026, bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan, yang dikenal juga sebagai peristiwa kunjungan Tiga Raja dari Timur ke Betlehem, para frater Wisma St. Arnoldus Nitapleat memulai perjalanan misi menuju Bajawa.
Perjalanan ini menjadi awal dari kegiatan Live In di Paroki St. Yoseph Bajawa, sebuah pengalaman pastoral untuk tinggal dan hidup bersama umat, serta merasakan langsung dinamika kehidupan Gereja di tengah kesibukan kota Bajawa.
Hari Raya Penampakan Tuhan tidak hanya dirayakan sebagai peringatan liturgis, tetapi juga dimaknai sebagai tanda perutusan. Dalam misa perutusan sebelum keberangkatan, Pater Puplius Meinrad, SVD, menyampaikan pesan singkat namun penuh makna kepada para frater.
“Pergilah seperti tiga raja dari Timur dan wartakanlah sukacita kelahiran Yesus, sebagaimana Maria mengunjungi Elisabeth saudaranya,” pesannya.
Baca juga:
Pesan ini menjadi pegangan rohani bagi para frater dalam membawa diri selama menjalani misi. Dalam semangat tersebut, para frater dipandang sebagai representasi Tiga Raja dari Timur yang diutus untuk mengunjungi umat Paroki St. Yoseph Bajawa di wilayah Flores bagian barat, bukan untuk membawa emas, kemenyan, dan mur, melainkan kehadiran, kebersamaan, dan pelayanan.
Rombongan frater bertolak menuju Bajawa pada pukul 08.30 WITA. Sebelum memulai perjalanan, doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan penyerahan diri dan permohonan perlindungan Tuhan. Doa tersebut dipimpin oleh Frater Gonsi Kusman, SVD, selaku Ketua Liturgi, dan diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh frater.
Sepanjang perjalanan, antusiasme dan dukungan umat terasa kuat. Lambaian tangan dari umat di sepanjang jalan menjadi tanda sederhana namun bermakna, sebuah ungkapan dukungan dan dorongan agar para frater tetap setia dalam jalan panggilan, meskipun jalan itu panjang dan tidak selalu mudah.
Salah satu bentuk perhatian datang dari keluarga Frater Angelo, SVD, di Nduaria. Di tempat ini, rombongan singgah sejenak dan disuguhi makanan ringan yang menyegarkan, menjadi penguat fisik sekaligus tanda kasih yang menghangatkan hati sebelum melanjutkan perjalanan.
Memasuki kilometer 9 Kota Ende, rombongan kembali berhenti sejenak untuk beristirahat. Di pinggir jalan, para frater menikmati santapan sederhana sebagai pengisi tenaga. Dalam suasana yang bersahaja ini, Frater Savio, SVD, merefleksikan bahwa kesederhanaan justru menumbuhkan rasa solidaritas dan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa semangat misi tidak ditentukan oleh kenyamanan, melainkan oleh kesediaan untuk berjalan bersama.
Semangat itu terbingkai dalam semboyan, “Our name is our mission.” Semboyan ini menjadi pengingat akan jati diri misioner yang terus menyala, meskipun perjalanan terasa panjang dan melelahkan. Jarak yang jauh tidak memadamkan semangat, melainkan semakin meneguhkan tekad untuk melayani.
Ketika rombongan tiba di Bajawa dengan udara yang dingin khas dataran tinggi, semangat itu tetap terjaga. Lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” yang dinyanyikan sepanjang perjalanan, dengan sepenggal lirik, “Kuberikan kau hangat walaupun juga ku beku”, seakan menemukan maknanya.
Para frater disambut dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan di rumah keluarga Frater Diego Liko, SVD. Sambutan ini menjadi bukti bahwa semangat misi selalu menemukan jawabannya dalam hati umat, bahkan di tengah cuaca yang dingin.
Menurut mereka, perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah ziarah iman. Melalui perjalanan menuju Bajawa, para frater Wisma St. Arnoldus Nitapleat diajak untuk terus belajar tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan semangat perutusan, nilai-nilai yang akan mereka hidupi selama menjalani Live In bersama umat Paroki St. Yoseph Bajawa.*
*Fr. Ijen Halek, SVD




Comments