top of page

Rayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, Komunitas Ledalero Diajak Meneladani Spiritualitas Maria di Awal Tahun


Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mengawali Tahun 2026 dengan merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat di Kapela Agung Ledalero, Kamis (1/1/2026) pagi.


Baca juga:


Misa ini menjadi momentum doa dan refleksi iman bagi komunitas untuk menyerahkan seluruh perjalanan hidup di tahun yang baru kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria.


Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Leo Kleden, SVD. Liturgi misa dilayani oleh para frater dari Unit Rafael, sementara koor dibawakan oleh frater-frater Wisma Arnoldus Janssen Nitapleat.


Dalam homilinya, Pater Leo mengajak umat untuk memandang Maria bukan pertama-tama dari banyaknya gelar devosional yang diberikan Gereja, melainkan dari sikap hidupnya sebagaimana ditampilkan dalam Kitab Suci.


Ia menegaskan bahwa di tengah begitu banyak gelar mulia yang disematkan kepadanya, Maria sendiri hanya menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan.


“Dari sekian banyak gelar indah yang diberikan Gereja kepada Maria, ia sendiri hanya memilih satu gelar: Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu,” ujar Pater Leo.


Menurut Pater Leo, Maria yang dirayakan sebagai Bunda Allah pada hari ini sekaligus adalah murid pertama dan murid teladan. Ia menegaskan bahwa bila spiritualitas Maria diringkas, seluruh hidupnya dapat dipahami melalui empat kata kunci, yakni fiat, magnificat, conservabat, dan stabat.


Kata fiat, lanjutnya, menggambarkan keberanian iman seorang gadis muda yang menerima kehendak Tuhan tanpa mengetahui sepenuhnya konsekuensi hidup yang akan dijalaninya.


“Fiat Maria bukanlah penyerahan yang pasif, melainkan keberanian iman yang menyerahkan seluruh hidupnya bagi karya keselamatan Allah,” katanya.


Pater Leo juga menekankan bahwa dalam relasi Yesus dan Maria, justru Sang Anak, Sang Sabda, yang membimbing Maria menapaki perjalanan iman, dari Nazaret ke Betlehem, dari Mesir kembali ke Nazaret, hingga akhirnya ke Kalvari.


Kata kedua, magnificat, memperlihatkan sikap dasar hidup Maria sebagai pujian kepada Tuhan. Menurut Pater Leo, Magnificat bukan sekadar nyanyian lembut, melainkan pernyataan iman yang kuat tentang pembalikan nilai-nilai dunia.


“Magnificat adalah nyanyian iman yang berani. Tuhan meninggikan yang rendah, mengenyangkan yang lapar, dan menyuruh yang kaya pergi dengan tangan kosong,” ungkapnya.


Sikap conservabat menampilkan Maria sebagai pribadi yang kontemplatif. Injil mencatat bahwa Maria menyimpan segala perkara dalam hatinya dan merenungkannya, termasuk peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya dipahaminya.


“Maria tidak selalu mengerti, tetapi ia tidak membantah. Ia menyimpan semuanya dalam hati dan membawanya ke hadapan Tuhan,” tutur Pater Leo.


Kata keempat, stabat, menunjuk pada keteguhan Maria yang berdiri di bawah salib Putranya. Ia menegaskan bahwa Injil tidak menggambarkan Maria sebagai sosok yang roboh atau lari dari penderitaan, melainkan sebagai seorang ibu yang berdiri tegak menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya.


“Maria berdiri. Ia tidak menyangkal penderitaan, tetapi menghadapinya dengan iman dan keteguhan,” tegasnya.


Keempat kata tersebut, menurut Pater Leo, merangkum seluruh spiritualitas Maria. Di awal tahun yang baru, umat diajak untuk belajar dari Bunda Maria: memiliki keberanian iman untuk berkata fiat, menjadikan hidup sebagai magnificat, menyimpan dan merenungkan Firman dalam hati, serta tetap berdiri setia hingga akhir.


Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ini menjadi peneguhan bagi seluruh komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero untuk melangkah memasuki Tahun 2026 dengan iman yang teguh, hati yang terbuka, dan kepercayaan penuh pada penyertaan Tuhan, sambil mempercayakan hidup, panggilan, dan masa depan kepada Santa Maria, Bunda Allah.*


*Fr. Febry Suryanto, SVD.


 
 
 

Comments


VISITOR 

Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero

average rating is 3 out of 5, based on 150 votes, Penilaian produk
bottom of page