top of page

Jumat Agung: Momen Belajar untuk Hidup dengan Tenang, Berani, dan Tabah

Suasana Ibadat Jumat Agung di Kapela Agung Ledalero, Jumat (29/03/2024).

Ledalero – Pada Jumat (29/03/2024), Pater Yanuarius Lobo, SVD memimpin Ibadat Jumat Agung di Kapela Agung Ledalero. Selain dihadiri oleh para Frater, Bruder, Suster, Pastor, dan karyawan-karyawati Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, ibadat itu turut dihadiri oleh umat Allah dari berbagai tempat, seperti Ende, Maumere, Nita, Wairpelit, Gere, Manggarai, Jakarta, dan lain-lain.


Ritus Penghormatan Salib dalam Ibadat Jumat Agung di Kapela Agung Ledalero, Jumat (29/03/2024).

Dalam khotbahnya, Pater Yanuarius Lobo, SVD atau yang biasa dipanggil Pater Yanus, menyoroti peristiwa penyaliban Yesus. Menurut Pater Yanus, ada sebuah kejadian yang luar biasa dalam peristiwa penyaliban Yesus, yaitu tentang pemberlakuan hukuman salib.



“Dalam konteks sejarah pada masa itu, hukuman salib pada dasarnya merupakan suatu bentuk hukuman yang umumnya digunakan oleh Pemerintah Romawi, bukan oleh orang Yahudi. Hukuman yang biasa diterapkan oleh orang Yahudi ialah hukuman rajam atau melempar batu sebagai bentuk eksekusi. Orang Yahudi seharusnya tidak memiliki wewenang untuk memberlakukan hukuman salib, tetapi mereka memaksakan pemberlakuan hukuman itu melalui pengadilan Yahudi. Motivasi di balik upaya ini ialah rasa benci dan dendam yang mendalam dari pihak-pihak tertentu terhadap Yesus Kristus,” tutur Pater Yanus.


Ritus Penciuman Salib dalam Ibadat Jumat Agung di Kapela Agung Ledalero, Jumat (29/03/2024).

Dengan penjelasan tersebut, Pater Yanus mengajak umat untuk merenungkan betapa tragisnya peristiwa penyaliban tersebut. Di tengah peristiwa yang tragis itu, kata Pater Yanus, Tuhan Yesus tidak lari, tetapi menghadapi semuanya itu dengan tenang, berani, dan tabah.


“Oleh karena itu, saya mengajak kita sekalian untuk selalu menghadapi kenyataan hidup sehari-hari dengan tenang, berani, dan tabah, termasuk menghadapi hal-hal buruk dan hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Pater Yanus, dosen Pengantar Teologi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero.



Selain itu, Pater Yanus juga mengatakan, umat Kristen perlu mengikuti teladan Tuhan Yesus dalam mengasihi sesama, berbuat baik, serta menentang segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan di dunia ini dengan suatu keberaniaan yang teguh, sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh Tuhan Yesus dalam peristiwa sengsara-Nya sejak dari Taman Getsemani sampai Bukit Golgota.


Para Frater Unit Agustinus Ledalero Membawakan Passio dalam Ibadat Jumat Agung di Kapela Agung Ledalero, Jumat (29/03/2024).

“Dengan demikian, Ibadat Jumat Agung ini akan berguna bagi hidup kita, bukan hanya ritual liturgis tahunan,” pungkas Wakil Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero itu.



Ibadat itu dimeriahkan oleh passio dan kor dari Unit Agustinus Ledalero.


Penulis: Felix Sugar, SVD

Editor: Ricky Mantero, SVD

132 views0 comments

コメント


bottom of page