top of page

Bantu Pater Anton Kepler, SVD., Para Frater Ledalero Bekerja di Bawah Guyuran Hujan Lebat dan Angin Kencang

Fr. Sian Leon, SVD dan Temannya Sedang Bekerja di Kebun Kakao Pagong, Flores Timur, Sabtu (09/03/2024).

Ledalero - Sepuluh Frater Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero “turun tangan” untuk bekerja membersihkan kebun kakao yang dimiliki Serikat Sabda Allah/Societas Verbi Divini (SVD) di Pagong, Flores Timur, pada Sabtu (09/03/2024). Mereka merupakan utusan dari 5 (lima) unit formasi Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, yaitu Unit Arnoldus Janssen, Unit Rafael, Unit Efrata, Unit Agustinus, dan Unit Yoseph Freinademetz.



Mereka bekerja di bawah guyuran hujan lebat dan angin kencang yang menghantam daerah Pagong dan sekitarnya. Meskipun demikian, mereka tetap semangat untuk “melahap” rumput liar dengan parang dan sabit yang dibawa dari masing-masing unit formasi.


Fr. Elvis Ahliwaris, SVD., Frater Unit Arnoldus Janssen, Sedang Memotong Kayu Lamtoro di Kebun Kakao Pagong, Flores TImur, Sabtu (09/03/2024).

Pembersihan kebun ini adalah permintaan dari Pater Anton Kepler, SVD yang tinggal di Pagong. Sebab, kebun seluas 10 hektar itu sudah ditumbuhi rumput liar dan kayu lamtoro. Oleh karena itu, para Frater datang untuk mencabut rumput dan menebas pohon lamtoro yang tumbuh liar di kebun kakao.


"Saya sangat senang karena kalian sudah datang untuk membantu membersihkan kebun kita. Kebun ini cukup luas, sehingga saya rasa perlu untuk mendapatkan bantuan dari anak-anak muda seperti kalian", kata Pater Anton Kepler, SVD., misionaris asal Jerman.



Setelah sarapan pagi, para Frater dibagi ke dalam 5 (lima) kelompok. Satu kelompok terdiri dari 2 (dua) orang.


"Jika Tuhan Yesus mengutus para murid pergi ke kota dan desa secara berdua-dua, maka hari ini kalian diutus berdua-dua pergi ke hutan untuk cabut rumput dan potong kayu lamtoro", kata Pater Anton Kepler, SVD.


Pater Anton Kepler, SVD., Misionaris Asal Jerman, Sedang Pose Bersama dengan Para Frater Ledalero sesudah Kerja di Kebun Kakao Pagong, Flores Timur, Sabtu (09/03/2024).

Pater Anton menganjurkan para Frater agar bekerja saat hujan berhenti. Namun, hingga pukul 08.00 hujan belum juga berhenti, tetapi semakin lebat. Di tengah hujan lebat itu, Pater Anton yang berusia 80 tahun pergi menuju kebun, meskipun dengan langkah tertatih-tatih. Para Frater dan Nardi (karyawan) pun menyusul sambil membawa peralatan kerja. Untuk melindungi kepala dari hujan, para Frater memanfaatkan kantong plastik bekas untuk menutup kepala. Menariknya, para Frater tetap bekerja dengan sungguh-sungguh.



Pada pukul 10.30, para Frater beristirahat untuk minum kopi dan teh yang sudah disediakan oleh karyawati. Mereka sangat menikmatinya, meskipun sekujur tubuh sudah basah kuyup. Selepas jeda untuk minum, para Frater kembali melanjutkan pembersihan kebun. Hujan juga tidak ada tanda-tanda untuk berhenti. Namun, semangat mereka juga tidak pernah menurun.


Para Frater Seminari Tinggi Ledalero Pose Bersama setelah Bekerja Seharian di Kebun Kakao Pagong, Flores Timur, Sabtu (09/03/2024).

“Sebenarnya, apa yang membuat kami tetap semangat? Jawabannya sederhana, yaitu karena bapa tua (Pater Anton) yang berusia 80 tahun masih semangat bekerja. Dia menunjukkan semangat kerja itu kepada kami. Oleh karena itu, kami yang masih usia muda begini mestinya harus lebih semangat,” tutur Fr. Iron Waso, SVD., Wakil Ketua Seksi Pekerjaan Umum (PU) Seminari Tinggi Ledalero.


Pada pukul 13.00, para Frater kembali beristirahat untuk makan siang. Kali ini, mereka terlihat lesu dan cape, sehingga setelah makan siang mereka beristirahat untuk memulihkan kembali tenaga mereka. Pater Anton juga turut beristirahat.



Sekitar pukul 14.30, Pater Anton kembali menawarkan para Frater untuk melanjutkan pembersihan kebun. Dengan penuh semangat, apalagi hujan sudah berhenti, para Frater kembali melanjutkan pekerjaan hingga pukul 16.00. Meskipun telah bekerja sepanjang hari, kebun seluas 10 hektar itu belum bisa dibersihkan dengan tuntas. Artinya, Pater Anton masih membutuhkan tenaga baru untuk melanjutkan pembersihannya.


Penulis: Sian Leon, SVD

Editor: Ricky Mantero, SVD

99 views0 comments

Comments


bottom of page