
Ledalero - Komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero merayakan Malam Paskah dengan gegap gempita pada Sabtu (30/03/2024). Suara merdu dari “Ledalero Choir” berhasil menambah sukacita umat yang sedang menyambut kebangkitan Yesus Kristus. Lagu-lagu yang dibawakan oleh anggota kor mampu menarik umat untuk tetap fokus selama Perayaan Ekaristi yang berlangsung selama 2 (dua) jam di Kapela Agung Ledalero.
Baca juga: https://www.seminariledalero.org/post/jumat-agung-momen-belajar-untuk-hidup-dengan-tenang-berani-dan-tabah
Tahun ini, perayaan Malam Paskah dipimpin oleh Pater Yanuarius Lobo, SVD. Ia didampingi oleh Pater John Masneno, SVD. Perayaan itu dimulai dengan upacara cahaya di pelataran Kapela Agung Ledalero.

Dalam kata pengantar, Pater Yanuarius Lobo, SVD atau yang biasa dipanggil Pater Yanus menjelaskan arti perayaan Paskah. Menurut Pater Yanus, perayaan Paskah bukan saja mengenang kebangkitan Yesus Kristus pada 2000-an tahun yang lalu, melainkan juga kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada saat ini di hati umat-Nya.
Baca juga: https://www.seminariledalero.org/post/kamis-putih-momen-untuk-meneladani-pelayanan-dan-kasih-kristus-dalam-kehidupan-bersama
Setelah Pater Yanus menyalakan lilin Paskah, umat berarak ke dalam Kapela Agung Ledalero. Fr. Vandus Liliweri, SVD langsung memulai pujian Paskah saat seluruh umat yang hadir sedang memegang lilin Paskah yang telah bernyala di dalam Kapela Agung Ledalero.

Dalam khotbahnya, Pater Yanus menyampaikan pesan perayaan Paskah kepada umat. Pater Yanus memulainya dengan menarasikan perjalanan manusia sejak awal penciptaan sampai pada peristiwa kebangkitan Yesus Kristus.
Baca juga: https://www.seminariledalero.org/post/teater-berjudul-korban-terakhir-perpaduan-kisah-nyata-dengan-kisah-kitab-suci
“Saudara-saudari sekalian, perayaan Paskah adalah momen untuk membarui diri, supaya kita selalu bisa untuk bersatu dan saling mengasihi dalam Allah. Oleh karena itu, sekali lagi, Paskah tidak hanya mengenang kebangkitan Yesus pada 2000-an tahun yang lalu, tetapi juga berarti melihat kebangkitan-Nya dalam hati kita yang tampak nyata dalam pembaruan diri kita setiap hari,” tutur Pater Yanus, dosen Pengantar Teologi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero.

Perayaan Ekaristi Malam Paskah itu berjalan dengan lancar. Umat mengikuti perayaan itu dengan khusyuk. Hal itu tidak terlepas dari peran petugas liturgi yang ditanggung oleh Unit Arnoldus Janssen Nitapleat.
Baca juga: https://www.seminariledalero.org/post/memilah-sampah-cara-unit-gabriel-untuk-mengambil-bagian-dalam-karya-misi-allah
Perayaan itu tidak hanya dihadiri oleh anggota komunitas Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, tetapi juga oleh umat yang datang dari berbagai daerah. Hal itu sempat disentil oleh Pater Yanus pada awal khotbahnya.

“Malam ini, kita mewakili Gereja universal yang sangat beragam. Sebab, perayaan malam ini dihadiri oleh umat yang datang dari berbagai tempat, termasuk para peziarah yang baru saja mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka,” ungkap Pater Yanus, Wakil Rektor Seminari Tinggi Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
Baca juga: https://www.seminariledalero.org/post/minggu-palma-momentum-untuk-mengagumi-dan-menakjubi-hidup-yesus
Di akhir perayaan, Pater Yanus mengapresiasi kor dari “Ledalero Choir” yang tampil dengan maksimal. Umat yang hadir juga memberikan apresiasi kepada anggota kor dengan tepukan tangan.

“Penampilan mereka sangat bagus, tapi ini belum apa-apa. Oleh karena itu, saya mengajak kita sekalian untuk menyaksikan penampilan mereka yang sangat luar biasa dalam kegiatan konser di Mbay dan beberapa tempat lainnya,” pungkas Pater Yanus, dosen yang mengampuh mata kuliah Trinitas, Kristologi, dan Pneumatologi di IFTK Ledalero.
Penulis: Rino Agas, SVD
Editor: Ricky Mantero, SVD
Comentários